Iklan

 


Iklan

Survei Indikator Politik Indonesia : Perekonomian Indonesia Memburuk; Menteri Investasi : Masih Lebih Baik dari Negara Asia Tenggara

Senin, 27 September 2021, 8:07 AM WIB Last Updated 2021-09-27T01:08:12Z

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, meskipun memburuk namun masih lebih baik bila dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Foto : Ist.


JAKARTA
- Kondisi perekonomian Tanah Air tidak sedang baik-baik saja. Hal ini dapat dilihat dari hasil Survei Indikator Politik Indonesia menemukan fakta terkait kondisi perekonomian nasional. Sebanyak 44,1 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia berada dalam keadaan yang tidak  menyenangkan.

 

Sementara 36,7 persen menganggap ekonomi nasional buruk dan 7,4 persen menilai kondisi ekonomi saat ini sangat buruk.

 

Tetapi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberi respons terkait hasil survei tersebut. Ia mengaku sepakat bila ada yang menyebut kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik.  Namun, katanya juga, bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, kondisi Indonesia lebih baik.

 

"Sebanyak 44,2 persen kinerja ekonomi tidak menggembirakan, kemungkinan itu saya katakan benar. Namun kinerja ekonomi kita dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, kita masih cukup lebih baik," terangnya Minggu (26/9/2021).

 

Bahlil juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional sejak kuartal IV-2020 mulai mengalami tren perbaikan dengan tumbuh -2,19 persen (qtq).

 

Kemudian pada kuartal I 2021 tumbuh 0,74 persen (qtq) dan pada kuartal II 2021 perekonomian nasional tumbuh 3,31 persen (qtq) atau 7,07 persen (yoy).

 

Hanya saja, tren positif tersebut kemungkinan terhambat karena hantaman gelombang kedua penyebaran virus Corona varian delta yang menyerang Indonesia pada bulan lalu hingga membuat banyak warga  terinfeksi.

 

Meski begitu, dibandingkan tahun lalu, Bahlil menilai penurunan ekonomi yang terjadi saat ini  masih lebih baik dibandingkan saat pertama kali terjadi pandemi Corona.

 

"Kita dihantam lagi dengan COVID-19 gelombang kedua. Itu lebih dahsyat dibandingkan gelombang pertama," cetusnya juga. 

 

Meski begitu, Bahlil mengaku harus lebih bersyukur apa yang terjadi dan yang akan dan tengah dilakukan pemerintah untuk perbaikan kondisi ekonomi. ”Alhamdulillah strategi membangkitkan perekonomian berjalan dan hasilnya seperti yang kita rasakan sekarang. Indonesia berhasil keluar dari zona merah Corona," tandasnya.

 

Untuk diketahui, sebelumnya Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil survei terbaru mengenai evaluasi publik terhadap pemulihan ekonomi di Indonesia.

 

Hasilnya, banyak masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional masih buruk. Survei itu dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 17-21 September 2021. 

 

Sampel survei itu sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan pada Maret 2018 hingga Juni 2021.

 

Dari 1.200 responden  itu, margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari responden seluruh provinsi. Survei itu juga dilakukan via telepon.(RD)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Survei Indikator Politik Indonesia : Perekonomian Indonesia Memburuk; Menteri Investasi : Masih Lebih Baik dari Negara Asia Tenggara

Terkini

Topik Populer

Iklan