Iklan

 


Iklan

Peluang Klaster Baru COVID-19 Pilkada Kota Ternate

Sabtu, 12 September 2020, 12:21 AM WIB Last Updated 2020-09-12T10:33:57Z

 

Irwan, Ahli Epidemiologi PAEI.


Ternate- Kota Ternate bakal terjadi klaster baru COVID-19 apabila kampanye pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota tetap terapkan.

Kepala Bidang Kajian Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Maluku Utara (Malut) Irwan,  saat dikonfirmasi Jumat (11/09) menyampaikan, jika dalam pendaftaran bakal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pekan lalu terdapat pasangan calon yang terkonfirmasi positif COVID-19, maka penyelenggara KPU diharapkan agar dapat mengikuti swab test.

Jika ada pasangan calon yang sudah terkonfirmasi positif, minimal harus 25 orang yang dilakukan tracking kontak, guna memutus matarantai penyebaran COVID-19. "Artinya 25 orang yang melakukan kontak lansung harus melakukan sweb test,"tandas Irwan. 

Kata Irwan, COVID-19 ini pergerakannya mengikuti pergerakan manusia.  Karena itu  yang dilakukan pembatasan manusianya. Sebab  semakin tinggi aktivitas manusia,  semakin besar peluang untuk orang terjangkit COVID-19.

Untuk itu Irwan menyarankan jika pergerakan manusia yang harus dibatasi maka, tidak ada lagi mobilisasi masa. Semakin tinggi mobilisasi manusia disaat kampanye dan deklarasi maka semakin besar peluang terjadi transmisi disaat pilkada.

Dia menambahkan, meskipun ada protokol kesehatan, namun secara kondisi di lapangan jika orang berkerumunan, maka orang tidak lagi mematuhi protokol kesehatan. "Ini tidak bisa dihindari. Jika ada mobilisasi massa sudah pasti terjadi transmisi. Ini bukan dugaan lagi, tapi bakal jadi kenyataan,"ujarnya. 

Terpisah, Ketua KPU Kota Ternate M. Zen A.Karim saat dikonfirmasi, menyampaikan,  pada pelaksanaan pendaftaran bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Ternate yang dilakukan pada 4-6 September 2020 sudah sesuai protap kesehatan.

Mulai dari pintu masuk hingga pendaftaran semua menerapkan protokol kesehatan. Seperti cek suhu tubuh, cuci tangan dengan handsanitaizer, menggunakan masker dan menggunakan sarung tangan. Bahkan dokumen atau surat-surat pendaftaran yang akan diserahkan kepada petugas KPU pun dibungkus dengan plastik kemudian disemprot dengan disenfektan. "Seluruh staf yang ada itu menggunakan sarung tangan. Tidak ada sentuhan kulit dengan bakal pasangan calon tersebut,"kata Zen.

Menurut Zen  semua Protap sudah dijalankan. Bahkan setelah pendaftaran satu bakal pasangan calon setelah selesai dari dalam ruangan dan area pendaftarana juga ikut disterilkan dengan menyemprotkan disenfektan oleh petugas dari Gustu Covid 19 kota Ternate. 

Zen memastikan selama pendaftaran di KPU semua sudah berjalan sesuai protap kesehatan. Selain itu juga para petugas yang ada dilapangan juga menggunakan APD, sehingga dengan begitu swab untuk para petugas di KPU kota Ternate tidak perlu dilakukan lagi. "Semua protak kita lakukan jadi kita tidak perlu swab lagi,"katanya. *

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peluang Klaster Baru COVID-19 Pilkada Kota Ternate

Terkini

Topik Populer

Iklan