Iklan

 


Iklan

Ahli Hukum Pidana : Penikam Syekh Ali Jaber Bisa Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana

Selasa, 15 September 2020, 9:56 AM WIB Last Updated 2020-09-15T02:56:22Z

Dr. Suparji Ahmad, Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia.


Jakarta -
Ulama kharismatik Syekh Ali Jaber Minggu (13/9) sore ditikam orang tak dikenal saat berdakwah di acara Wisuda Tahfidz Al Qur'an di Masjid Falahudin Lampung. 

Sontak, kabar penikaman ini menjadi pemberitaan berbagai media massa di tanah air. Apalagi ketika pihak keluarga menyebut, AA, si penikam, disebut memiliki gangguan jiwa. 

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto menandaskan pihaknya secara intensif memeriksa AA. Pelaku kini sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Irjen Pol Purwadi Arianto juga mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku membawa pisau dari rumahnya. 

Polisi pun menjerat AA dengan pidana penganiayaan berat, Pasal 351 KUHP.  Ancaman hukumannya maksimal lima tahun. 

Lantas, bagaimana dengan pandangan pakar hukum pidana? Dr. Suparji Ahmad, ahli hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia menandaskan jangan sampai digiring opini bahwa pelaku adalah orang yang memiliki gangguan jiwa. Hal itu didasari pada konstruksi tindak pidana yang dilakukan pelaku. 

Pelaku mengetahui betul target yang akan ditikam. Berdasarkan keterangan tersangka kepada polisi, pelaku membawa pisau dari rumah. Dia kemudian mendatangi acara yang dihadiri Syekh Ali Jaber. Kemudian ada peluang untuk maju mendekati Syekh Ali Jaber dan menghujamkan pisau dengan kuat dengan sasaran leher dan dada. 

Malahan, seperti yang diutarakan Syekh Ali Jaber di media, saat pelaku ditangkap jamaah pun ada gerakan lagi yang hendak menghunuskan pisaunya ke arah Syekh dari Madinah itu. 

Dari rangkaikan keterangan itu, pelaku bisa dijerat dengan percobaan pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP. 

Unsur pembunuhan berencana yakni : (1) Barang siapa; (2) Dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain. Sementara untuk percobaan pembunuhannya, Pasal 53 ayat (1) KUHP karena si pelaku sudah ada (1) niat; (2) adanya permulaan pelaksanaan; dan (3) tidak selesainya pelaksanaan pembunuhan itu bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri. 

Apabila terhadap pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 KUHP, maka ancaman hukumannya hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.   

Untuk percobaan pembunuhan, jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Melihat kasus ini, sebagaimana Syekh Ali Jaber harapkan, aparat Kepolisian diharapkan untuk lebih cermat dan transparan. (AR)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ahli Hukum Pidana : Penikam Syekh Ali Jaber Bisa Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana

Terkini

Topik Populer

Iklan