Iklan

 


Iklan

Ketum dJAMAN Malut Tegaskan Organisasinya Independen dan Tidak Memihak Bakal Calon Walikota Tikep

Jumat, 21 Agustus 2020, 11:44 AM WIB Last Updated 2020-08-21T04:44:06Z
Ketua Umum dJAMAN Malut M. Rahmat Syafruddin.
Tidore – Komentar mantan ketua dJAMAN Maluku Utara Rustam Ismail di salah satu media online JARITA.ID tentang ajakannya terhadap institusi bermahkota emas ini dalam memenangkan AMAN Jilid II  terlalu bombastis dan menyeret masuk lembaga bernomenklatur dJaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) ini ke dalam percaturan politik kepala daerah yang nantinya dihelat Desember 2020 mendatang di Kota Tidore Kepulauan  sehingga dianggap  telah mencederai citra atau nama baik dan independensi organisasi.

Hal ini memancing Ketua Umum dJAMAN  Maluku Utara M. Rahmat Syafruddin pun ikut berkomentar “Sekalipun  beliau (Rustam Ismail) sebagai salah satu mantan ketua yang dengan terang-terangan bersikap dan mengajak kami ikut serta mengintegrasikan diri memenangkan AMAN Jilid II bukan berarti institusi inipun menghendaki keinginan itu” ungkapnya.

Bukan hanya itu,  Othan (sapaan akrab Rahmat) juga membantah ungkapan dari Rustam. Rahmat menilai bahwa yang disampaikan rustam terlalu bombastis dan tidak realistis terhadap prestasi dan kepekaan pasangan AMAN  dalam memperhatikan pemuda dan Mahasiswa Tidore bukan hanya dJAMAN tapi juga mahasiswa Tidore yang berada diluar provinsi Maluku Utara. “saya tidak sependapat dengan Ko Temsy (Rustam Ismail) karena Asrama Tidore dibangun pada masa kepemimpinan Achmad Mahifa bukan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sedangkan Aula Rebelian memang dibangun pada kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen dengan jumlah anggaran yang besar (400 jt) tapi hasilnya bertolak belakang dengan pagu anggaran yang ditetapkan DPRD Kota Tidore, Bukan hanya dJAMAN tapi juga asrama Mahasiswa kawan-kawan di PKPM NUKU Jogjakarta yang sampai detik ini belum dibangun, lantas dimana kepakaan dan prestasi yang ko Temsy sebut ? ”pungkasnya.

Selain itu, Rahmat juga menyatakan bahwa sehari dua sebagaimana ungkap Rustam dalam komentarnya berkunjung silaturahmi dengan Anggota dJAMAN di Asrama Nuku Gambesi maupun Sekretariat Prince Rebel Akehuda, dJAMAN tetap membuka diri dengan dasar bahwa perkenalan dan silaturahmi antara junior dan senior harus tetap terjaga,”Ko Temsi (Rustam Ismail) adalah senior dan salah satu mantan ketua  dJAMAN dan jika beliau berkunjung adalah sudah merupakan tanggung jawabnya sebagai senior dan mantan ketua, kami memaknainya siapapun yang mengintegrasikan dirinya di institusi ini adalah keluarga dan wajar untuk silaturahmi dan berkenalan. Tetapi silaturahmi itu dibarengi dengan ajakan yang kami anggap telah keluar dari koridor yang kami pegang maka mohon maaf kami belum berselera” tuturnya.

Othan sebagai ketua dJAMAN juga menegaskan bahwa dirinya mewakili seluruh anggota dJAMAN  Maluku Utara meminta kepada senior dan alumni bahwa jangan menyeret institusi bermahkota kesultanan ini kedalam kepentingan politik praktis yang merusak nama baik organisasi, “ko Temsi (Rustam Ismail) memang Mantan ketua dan sikap politiknya mendukung siapapun di Pilwako Tikep Tahun ini, dJAMAN Maluku Utara tetap bersikap netral” tutupnya.(LAK)d
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketum dJAMAN Malut Tegaskan Organisasinya Independen dan Tidak Memihak Bakal Calon Walikota Tikep

Terkini

Topik Populer

Iklan