Iklan

 


Iklan

Bertemu Menhan Prabowo, Bupati Morotai Benny Laos Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 31 Agustus 2020, 9:13 PM WIB Last Updated 2020-08-31T14:13:34Z
Bupati Pulau Morotai Benny Laos bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membicarakan rencana strategis Kabupaten Pulau Morotai sebagai salah satu pusat ketahanan pangan di Indonesia. Foto : Ist.
Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto sebagai leading sector pengembangan lumbung pangan nasional. Hal ini berkaitan dengan rencana pemenuhan cadangan logistik strategis. Morotai mengambil bagian dalam program ketahanan pangan yang dikomandoi oleh Kementerian Pertahanan.

Pemerintah merencanakan kebijakan ini, di antaranya sebagai respon dari warning Organisasi Pangan Dunia (FAO) terkait krisis pangan. Sementara, isu ketahanan pengan merupakan bagian integral dari pertahanan negara. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Pusat (dalam Program Strategis Nasional 2020-2024) akan melakukan banyak hal, salah satunya pembangunan dan pengembangan Food Estate. Bahkan untuk tujuan pembangunan lumbung pangan nasional, dibutuhkan ketersediaan lahan hingga 1,4 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bupati Morotai Benny Laos merespon kebijakan strategis Presiden Jokowi dengan melakukan pertemuan dengan Menhan, Prabowo Subianto di Kantor Kemenhan.  Dalam konteks Morotai, sesuai hasil diskusi dengan Prabowo bahwa akan dibangun industri pertanian yang mendukung diversifikasi pangan. Dalam rencana implementasinya, akan gerakkan oleh PT. Agro Industri Nasional (Agrinas) dengan mekanisme Inti-plasma. Sementara, Pemda bertugas menyiapkan jalan tani (jalan sentra produksi) dan penyiapan lahan.

Lewat skema Inti-Plasma, PT. Agrinas yang merupakan perusahaan milik Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan di bawah Kemhan RI akan bermitra dengan Petani (Plasma) dalam pengelolaan lahan pertanian, mulai dari pra produksi hingga paskah produksi serta membangun jejaring perdagangan lintas negara untuk menjangkau kawasan Asia Pasifik.

Khusus untuk Morotai, direncanakan akan dibangun parbrik tepung singkong. Industri ini membutuhkan  petani-petani mitra dengan total lahan hingga 30 ribu hektar. Lewat kemitraan inti-plasma, akan dibantu sarana produksi pertanian (Saprotan) berupa peralatan hingga bibit, obat dan pupuk. Bantuan serupa juga disiapkan bagi 5000 hektar sawah.

Saat ini pemerintah terus menginventarisasi daerah-daerah yang ingin terlibat dalam program pembangunan ketahanan pangan nasioanal. Program yang akan dilaksanakan oleh Badan Cadangan Cadangan Logistik Strategis (BCLS) benar-benar diimplementasikan setelah penetapan Peraturan presiden. Sementara Morotai menyatakan kesiapan mendukung program BCLS untuk menopang ketahanan pangan lokal maupun nasional.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bertemu Menhan Prabowo, Bupati Morotai Benny Laos Dukung Ketahanan Pangan

Terkini

Topik Populer

Iklan