Iklan

 


Iklan

Ada Polemik, Pengadaan 200 Bentor di Morotai Dihentikan Sementara

Jumat, 28 Agustus 2020, 10:53 AM WIB Last Updated 2020-08-28T03:53:30Z
DPRD Kabupaten Pulau Morotai mengadakan hearing dengan Dinas Perhubungan, Satgas CLK, Solidaritas Bentor Morotai di Ruang Sidang DPRD Morotai, Kamis (27/8/2020). Foto : Koridor.
Morotai - Polemik seputar pengadaan 200 bentor di Kabupaten Morotai kini mulai ada titik temu. Satuan Tugas Cipta Lapangan Kerja (Satgas CLK) Morotai menanggapi surat resmi DPRD Pulau Morotai terkait pemberhenti pengadaan 200 bentor.

Ketua Satgas Cipta Lapangan Kerja (CLK) Morotai kemudian secara resmi mengeluarkan pengumuman penghentian sementara pengadaan 200 bentor di Morotai.

Ketua Satgas CLK Morotai  Syakir Sandri, saat hearing bersama Pimpinan dan Anggota DPRD, Kepala Dinas Perhubungan Morotai Ahdad H.Hasan, Kabag Hukum Setda Morotai Sulaiman Basri, Ketua DPC Organda Morotai Irfan Abdurahman, Komunitas Bangsaha (Solidaritas Bentor) Fikram Djakaria, yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Morotai, pada Kamis (27/08/2020) menyatakan hal itu.

Hearing itu dipimpin langsung Ketua DPRD Rusminto Pawane. Pada kesempatan itu, Syakir Sandri, Ketua Satgas CLK Morotai, mengatakan bahwa menanggapi hasil hearing yang dilakukan oleh DPRD, Dinas Perhubungan dan DPC Organda kemudian hasilnya DPRD Morotai, DPRD secara resmi mengeluarkan surat kepada Bupati cq. Satgas CLK Morotai. Setelah itu pihaknya langsung menghentikan sementara Pendaftaran Pengadaan 200 Bentor di Morotai.

"Surat  oleh Lembaga DPRD patut dihargai, maka kami telah membuat Pengumuman untuk menghentikan sementara Pengadaan 200 Bentor, Pengumuman sudah di tempel di kaca Kantor Satgas CLK," ucap Syakir Sandri.

Ia menandaskan, meskipun pengumumannya sudah dikeluarkan, terlihat beberapa masyarakat masih mendatangi untuk menitipkan berkas pendaftaran. "Nanti kalau sudah dibuka kan torang dapat kata mereka (masyarakat), maka suka atau tidak suka saya suru taru saja berkas tersebut dan berkas itu saya belum masukan dalam rekapan," imbuh Syakir.

Hal tersebut, lanjutnya, dilakukan karena menghargai surat yang dikeluarkan oleh DPRD Morotai terkait dengan menghentikan sementara pengadaan 200 bentor sambil menunggu hasil analisis.

"Terkait dengan sumber anggaran pengadaan 200 bentor,  bahwa jika analisa pengadaan 200 bentor berhasil atau jadi maka anggarannya kita bicarakan, namun jika tidak ada hasil analisa atau tidak jadi maka untuk apa kita bicarakan sumber anggaran," ungkap Syakir.

Syakir mengaku tersinggung dengan penyebutan Satgas Cilaka. "Saya juga tersinggung saat saudara Organda bilang Satgas Cilaka itu, karena Satgas juga lembaga, seharusnya torang baku sampe dan baku bilang bae-bae," ujar Syakir.

Dia menjelaskan bahwa awal pemikiranya yaitu untuk memasukan angkot, namun jika dimasukan angkot ke Morotai pastinya akan mematikan pengendara bentor, maka pihaknya mengusulkan kepada Bupati Morotai untuk diadakan bentor.

Pengadaan bentor difokuskan kepada penduduk Morotai (ber-KTP Morotai), penduduk Morotai yang membawa bentor yang sudah tua (tidak layak), penduduk Morotai membawa bentor orang lain (majikan), kemudian diberikan setorannya yang rendah dan apabila lunas bentor tersebut menjadi milik pribadi.

Setelah saya mencoba membuka pendaftaran berupa pengumuman untuk melihat antusias masyarakat dan ternyata antusian masyarakat cukup banyak yang mendaftar.

Hal tersebut dilakukan karena melihat situasi orang dari Rumah Sakit ke Kota Daruba agak sulit mendapat kendaraan. Syakir juga menambahkan, pihaknya juga berfikir untuk melakukan pos-posnya sehingga jumlah bentor banyak tapi orang masih kesulitan mendapat bentor namun apa daya dalam proses perjalanan karena sudah ada demonstrasi dan munculnya surat dari DPRD Morotai maka kita hentikan sementara, karena surat itu patut kita hargai.

Syakir kembali menjelaskan sisi anggaran pengadaan 200 bentor, menurutnya Pemda Morotai tidak memiliki anggaran tersebut, namun dia meyakini mampu melobi ke pihak-pihak ketiga dengan harga yang murah. Jika semuanya sudah berjalan barulah kita datang ke Organda, karena kita juga sudah mengadakan rapat dengan pihak terkait, namun belum sampai ke tahap penganggaran itu.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ada Polemik, Pengadaan 200 Bentor di Morotai Dihentikan Sementara

Terkini

Topik Populer

Iklan