• Jelajahi

    Copyright © KORIDOR INDONESIA | SAHABAT INFORMASI ANDA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    www.bizlawnews.id

    Kejari Pati Sosialisasikan Program Jaga Desa Agar Dana Desa Tepat Sasaran

    Senin, 09 Maret 2020, 2:10 PM WIB Last Updated 2020-03-09T07:10:52Z
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    Program Jaga Desa dari Kejaksaan Negeri Pati untuk mengawasi penyaluran dan penggunaan Dana Desa. Foto : Wisnu
    PATI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati Jawa Tengah melakukan sosialisasi dalam rangka penyaluran dan penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2020 di sejumlah desa.

    Kegiatan tersebut dilakukan untuk pengecekan, pengawasan, dan penggunaan DD agar tepat sasaran dan sesuai dengan petunjut teknis (juknis).

    "Salah satunya di Desa Ngarus ini yang mendapatkan penyaluran DD tahun 2020, dan tujuan kita untuk men-support desa tentang penggunaan DD agar tidak salah aturan," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati Darmukit kepada wartawan di halaman kantor Desa Ngarus Senin (9/3/2020).

    Menurutnya Darmukit, penggunaan DD harus sesuai Juknis, karena itu dikucurkan untuk kemakmuran masyarakat desa, bukan untuk personil. Kejaksaan mempunyai fungsi dan tugas untuk melakukan pengawasan dalam penggunaan DD.

    "Di Kejagung ada program Jaga Desa, dan program itu salah satunya terfokus untuk melakukan pengawasan dan memberikan bantuan soal penggunaan DD," ungkap Darmukit.

    Pada tahun 2020 ini, lanjutnya, penyaluran DD sudah langsung masuk ke rekening desa, dan itu dilakukan untuk meminimalisir tentang penyalahgunaan DD yang dicairkan.

    Kajari Pari, Darmukit. Foto : Wisnu
    "Penggunaan DD penyalurannya harus sesuai dengan Juknis, karena itu diperuntukkan bagi kemakmuran masyarakat desa, bukan untuk personil atau Kepala Desa, dan mulai 2020 ini penyalurannya sudah melalui ke rekening desa masing-masing. Itu untuk mengurangi penyalahgunaan," tandasnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Desa Ngarus Dewi Ratna memberikan apresiasi atas kedatangan tim dari Kejaksaan Pati untuk memberikan sosialisasi soal pengawasan, penggunaan, dan penyaluran DD. Pihaknya mengaku akan mengikuti program yang ditetapkan oleh pemerintah seperti yang disosialisasikan sebelumnya di provinsi soal program Jaga Desa.

    "Kami sangat memberikan apresiasi, dan saya berharap kunjungan dari Kejaksaan ke desa bisa dimaksimalkan," harap Dewi.

    Kepala Desa Ngarus, Dewi Ratna. Foto:Wisnu
    Penyaluran DD dikucurkan melalui rekening desa langsung, dan aturan itu sebenarnya tidak jauh beda dengan penyaluran sebelumnya, hanya saja untuk aturan sebelumnya apabila belum ada RKP, APBDes, dan SPJ maka dari Bapermades tidak akan memberikan rekomendasi untuk pencairan.

    "Meskipun anggaran sudah cair, namun kalau belum ada persyaratan yang ditetapkan oleh Bapermades, maka uang itu juga tidak bisa diambil," terang Dewi.

    Saat ini, lanjut Dewi, untuk DD tahun 2020  belum ada pencairan, karena belum menyusun RAB, yang harus diusulkan dari semua RT. "Untuk pencairan DD saat ini di semua desa ada keterlambatan, sementara kita sudah action dalam kegiatan sejak januari 2020," ujarnya. (WIS)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini