• Jelajahi

    Copyright © KORIDOR INDONESIA | SAHABAT INFORMASI ANDA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    www.bizlawnews.id

    Tunggakan BPJS Kesehatan Pati Di RSUD Soewondo Masih Sisa Rp 6,5 Milyar

    Minggu, 23 Februari 2020, 2:23 PM WIB Last Updated 2020-02-23T07:23:37Z
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Tarmuji.  Foto : Wisnu
    Pati - Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pati nampaknya masih menyisakan tunggakan kleim pembayaran ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo sebesar Rp 6,5 milyar. Hal itu menyusul sebelumnya untuk tunggakan yang belum terbayarkan sebesar Rp 30 milyar terhitung dari September 2019 lalu.

    Kabid PMR BPJS Kesehatan Regina didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Tarmuji menjelaskan, BPJS menerapkan sistem FIFO (First In First Out)  untuk pembayaran klaim, dan itu berlaku secara nasional, karena tunggakan yang terjadi itu biasanya ada keterlambatan dari pihak RSUD yang tidak tertib dalam mengirimkan laporannya.

    "Biasanya dari pihak RSUD yang tidak tertib, karena disini (BPJS, red), kalau ada laporan langsung diproses," katanya Sabtu (22/2/2020).

    Menurutnya, tunggakan Rp 30 milyar di RSUD Soewondo sudah dibayarkan pada bulan pelayanan Oktober yang jatuh tempo pada 23 Januari 2020, hanya saja sisanya masih Rp 6,5 milyar, terhitung dari bulan pelayanan November, sementara untuk bulan pelayanan Desember masih dilakukan verifikasi, dan akan jatuh tempo pada Maret.

    "Hanya sisa 1 bulan yang belum terbayarkan, itupun bulan pelayanan November, sedangkan untuk bulan pelayanan Desember masih diverifikasi, karena jatuh temponya bulan depan," katanya.

    Regina menjelaskan, sistem proses pembayaran klaim Rumah Sakit akan dilakukan secara bertahap, dan itu disesuaikan dengan sistem antrian yang ada di seluruh Indonesia, dan sistem pelunasan ke Rumah Sakit akan disesuaikan dengan data kleim yang masuk, sebab ketika ada pengajuan maka akan langsung diproses.

    "Kami tidak tahu bisa bayar kapan itu tergantung pusat, karena sistem kami transaparan, dan alhamdulillah saat ini masih ada sisa tunggakan 1 bulan yang belum dibayar," jelas Regina.

    Dalam aturan, untuk pengajuan klaim dari Rumah Sakit sudah sesuai dengan Perpres Nomot 82 tahun 2018, dan itu ada SLAnya untuk mengerjakan, sebab ketika Rumah Sakit mengajukan klaim, sesuai prosedur akan dicek dulu kelengkapannya, kalau sudah lengkap maka akan diterbitkan berita acara.

    "Kalau sudah diterbitkan berita acara, maka akan dilakukan verifikasi selama 10 hari, apabila ada keterlambatan biasanya sistem administrasinya yang kurang lengkap."Imbuhnya.(WIS)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini