• Jelajahi

    Copyright © KORIDOR INDONESIA | SAHABAT INFORMASI ANDA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    www.bizlawnews.id

    Kuker Di Kepsul, Kapolda Malut Resmi Tempat Wisata Waka Yoya Desa Mangega

    Selasa, 04 Februari 2020, 5:44 AM WIB Last Updated 2020-02-03T22:44:53Z
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    Kapolda Malut Brigjend Pol Subroto membuka Desa Wisata Waka Toya. Foto : Drakel
    Sanana-Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Suroto, Senin (03/02) bersama Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes beserta rombongan Polda Malut tiba di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

    Setelah tiba di Bandara Emalamo Sanana, Kapolda dan Bupati serta rombongan di langsung dijemput oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan langsung di bawah menuju ke Asrama Brimob di Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara.

    Setelah balik dari Asrama Brimob, Kapolda dan Bupati serta rombongan langsung menuju ke tempat peresmian Wisata Waka Yoya di Desa Mangega dan langsung disambut Pemerinta Desa dan warga masyarakat Desa Mangega.

    Rombongan Kapolda Malut bersama Bupati Hendrata Thes melakukan penanaman pohon bakau. Foto : Drakel
    Bupati Hendrata Thes dalam sambutannya menyampaikan harapan Pemerinta Daerah yaitu marilah kita terus bersama-sama dan bersinergi untuk membangun Kabupaten Kepulauan Sula menjadi yang lebih baik, sebagaimana yang kita lihat dari tingkat yang terbawa, yaitu Kepala Desa beserta seluruh Babinsa dan Babinkantibmas untuk bekerja dengan baik sehingga terjalin kerja sama untuk memajukan Desa Mangega.

    Lebih lanjut Bupati Hendrata Thes dalam sambutannya mengatakan,  "Saya hanya menitipkan satu pesan kepada Kepala Desa bahwa, seiring dengan berkembangnya pertumbuhan penduduk maka perlu kita kendalikan juga penguasan lahan yang lebih baik. Saya melihat bahwa kondisi pemanfaatan lahan kita juga harus betul-betul sesuai dengan kajian, karena yang kita lihat dan kita ketahui banyak sekali hutan-hutan mangrove kita sudah mulai di babat yang nanti dampak nya masyarakat yang kenal masalah."

    Oleh karena itu, Bupati Hendrata Thes menghimbau agar pemanfaatan hutan mangrove harus betul-betul sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.  Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Kehutanan yakni bahwa 30 meter ke laut itu batas terakhir dan tidak boleh dimanfaatkan lagi. Namun demikian,  masih menurut Hendrata,  yang kita lihat ini sudah banyak yang dimanfaatkan.

    Sementara Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto dalam sambutannya menyampaikan kehadiran kita di tempat ini dalam rangka menyaksikan bersama hasil jerih payah Kepala Desa, Babinkantibmas dan Babinsa Desa Mangega yang telah membuat Wisata Waka Yoya. "Dalam kesempatan ini, saya selaku Kapolda memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi nya kepada Kapolres Kepsul AKBP M.Irvan, Bupati Hendrata Thes,  Kepala Desa Mangega serta Babinkantibmas dan Babinsa atas insiatif dan semangatnya dalam membangun tempat wisata mangrove di daerah pantai," papar Brigjen Pol Suroto.

    Langkah ini tentunya sangat positif karena mempertahankan lingkungan. Hutan mangrove adalah ekosistem dan menjadi sumber makanan kepiting atau ikan, maka dari itu perlu  dijaga dan dilestarikan. 

    "Mungkin kita sudah melihat di media, di daerah-daerah lain banyak terjadi banjir, longsor dan segala macam bencana, itu akibat ulah kita sendiri karena kita merusak lingkungan dan pada akhir nya lingkungan tidak bersahabat dan menimbulkan bencana buat kita. Oleh karena itu lingkungan nya perlu kita jaga dan kita lestarikan agar bisa kita manfaatkan," paparnya.


    Masih menurut Kapolda Maluku Utara,  sebagai tempat wisata tentu keberadaannya menjadi sumber pendapatan desa, karena sekarang selain dana desa,  desa juga mencari pendapatan sendiri yang bisa di kembangkan di desa. Oleh karena itu, dengan adanya Wisata Waka Yoya ini maka ke depan pengelolaannya harus profesional.  "Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menambah penghasilan di desa Mangega," tandas Brigjen Pol Suroto.

    Ia menambahkan, langkah Pemerintah Desa Mangega membuat wisata ini menjadi contoh yang baik dan kemudian pilot project di daerah-daerah yang lain. Langkah ini menunjukan bahwa ada kerja sama yang baik antara Pemerinta Desa, Babinkantibmas dan Babinsa. Dengan adanya kerja sama yang baik maka bisa membuat tempat wisata ini. Kepala Desa adalah ujung tombaknya Pemerintah Daerah, Babinkantibmas adalah ujung tombak nya polri dan Babinsa adalah ujung tombaknya TNI. Tiga pilar ini kalau kerja sama dengan baik maka insa Allah seluruh desa akan maju dan bahkan segi keamanan juga tetap terjaga. 

    Usai memberikan sambutan, dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti oleh Kapolda Malut dan Bupati Hendrata Thes serta pemberian cendera mata oleh Pemerinta Desa Mangega kepada Kapolda Malut dan Bupati berupa lukisan foto wajah Kapolda dan Bupati yang dilukis langsung oleh anak desa Mangega. Setelah itu dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Kapolda.

    Setelah pengguntingan pita,  dilanjutkan lagi dengan penanaman 1000 pohon bakau oleh Kapolda dan istri, Bupati dan istri serta rombongan polda malut di lokasi wisata Waka Yoya.(EDL)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini