Iklan

 


Iklan

Astaga, Klaim BPJS Mempengaruhi PAD RSUD Soewondo

Sabtu, 01 Februari 2020, 10:25 AM WIB Last Updated 2020-02-01T03:25:45Z
Pati- Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati Jawa Tengah di tahun 2019 nampaknya terjadi penurunan atau tidak sesuai dengan target. Pasalnya, Pihak RSUD di tahun 2019 hanya mencapai target PAD sebesar Rp 125 milyar, padahal sebelumnya di tahun 2018, untuk PAD yang didapat mencapai Rp 146 milyar.

"Sedih kalau ingat itu, karena PAD kita mengalami penurunan hampir 20 persen," ungkap Direktur RSUD Soewondo Pati Suworo Nurcahyo di ruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, penurunan PAD yang didapat karena terkendala dengan kleim pelayanan dari BPJS, dan rata-rata masyarakat tidak bisa memilih pelayanan kesehatan yang diinginkan, padahal seharusnya masyarakat bisa menentukan sendiri dimana harus mendapat pelayanan kesehatan yang dipercayai.

Suwono Nurcahyo. Foto:Wisnu
"Kita berharap dengan aturan baru dari Permenkes, untuk aturan bisa kembali seperti dulu, artinya masyarakat bisa memilih dengan rumah sakit yang dipercayai dan rumah sakit dengan pelayanan yang bagus," katanya.

Selain itu, Kata Dia, Sejak september 2019, masih ada tunggakan dari BPJS ke Rumah Sakit Soewondo sebesar Rp 30 milyar yang belum dibayarkan, padahal selama ini pemerintah sudah membantu untuk ikut membayar ke BPJS,"Masih ada tunggakan di BPJS sebesar Rp 30 milyar terhitung sejak september lalu, dan itu mempengaruhi PAD kita," paparnya.

Ia berharap ada perubahan dalam aturan yang dibuat oleh Permenkes, sehingga di tahun 2020 ini untuk PAD yang didapat bisa naik atau melebihi target,"Semoga di tahun 2020 ini ada perubahan, karena mungkin ada aturan baru, kita bersaing, tapi harus yang feer," jelasnya.(WIS)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Astaga, Klaim BPJS Mempengaruhi PAD RSUD Soewondo

Terkini

Topik Populer

Iklan