• Jelajahi

    Copyright © KORIDOR INDONESIA | SAHABAT INFORMASI ANDA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    www.bizlawnews.id

    Menghabiskan Anggaran Miliaran Pelabuhan Galela Terbengkalai

    bambangwidodo
    Senin, 27 Januari 2020, 3:59 PM WIB Last Updated 2020-01-27T12:35:04Z
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html

    Pelabuhan Galela yang belum berfungsi.  Foto : Sami
    HALMAHERA  UTARA- Keberadaan Pelabuhan Laut di Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara hingga saat ini belum juga berfungsi sama sekali.

    Dahlan Warga Desa Soasio saat di temui dilokasi Pelabuhan  senin (27/01) mengatakan masyarakat Kecamatan Galela saat ini, merindukan diaktifkannya pelabuhan tersebut. Dia beralasan dengan diaktifkannya Pelabuhan akan, berdampak pada  peningkatan ekonomi pada masyarakat lingkar pelabuhan, namun kenyataannya tidak bermanfaat.

    Pemerintah Daerah dinilai lamban dalam mengatasi permasalahan ini.  "Seharusnya secepatnya mengambil solusi agar permasalahan ini teratasi" ungkap Dahlan sembari memperlihatkan situasi terkini di Pelabuhhan Laut Kecamatan Galela.

    Kendati sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah namun kondisi Pelabuhan terlihat masih terbengkalai  dan hanya dijadikan sebagai lokasi memancing serta tempat menjemur pakaian oleh masyarakat.

    Pelabuhan yang pembangunannya menelan anggaran besar namun belum difungsikan. 

    Pelabuhan Laut Kecamatan Galela yang dibangun berdekatan dengan tempat Wisata Tanjung Bongo dan bersebelahan dengan bekas Pelabuhan perusahan Pisang dengan menelan anggaran sebesar Rp.35,5 miliar rupiah.Diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 2016 lalu.

    Fasilitas pendukung, misalnya pintu gerbang untuk masuk dilengkapi gapura, serta pagar keliling sebagai pembatas area pelabuhan dengan pemukiman. Ada lahan parkir, ruang tunggu penumpang, gudang, toilet, bak penampung air, hingga menara navigasi untuk memandu kapal masuk ke pelabuhan. Dahlan juga mengakui sesekali ada kapal pengangkut aspal yang masuk, namun proses pengangkutannya tidak melibatkan masyarakat sekitar (buruh pelabuhan). (smi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini