Iklan

 


Iklan

Identifikasi Corona, RSUD Soewondo Masih Minim APD

Kamis, 30 Januari 2020, 5:52 AM WIB Last Updated 2020-01-30T23:01:49Z
Tengah : Dir RSUD Pati dr suworo nurcahyo, kiri : wadir RSUD Pati Pirno, kanan : wadir pelayanan RSUD Joko Subiyono. Foto : Wisnu
Pati-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati Jawa Tengah sudah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penderita penyakit Corona. Hal itu menyusul dari hasil pertemuan yang dilakukan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu, bahwa di setiap daerah harus melakukan antisipasi meski penyakit tersebut belum ada yang terdeteksi di wilayah Jawa Tengah. 

Demikian disampaikam Wakil Direktur Pelayanan RSUD Soewondo Joko Subiyono, bersama Direktur RSUD Pati Suworo Nurcahyo dan Wakil Direktur RSUD Pati Pirno di ruang kerjanya Kamis (30/1/2020).

Menurutnya, Persiapan yang dilakukan untuk penanganan pasien Corona mulai IGD, sistem transfer dari IGD sampai ke rawat inap, dan ruang isolasi pasien sudah disiapkan, termasuk tenaga medis yang lain, selain itu untuk dokter yang menangani dan sebagai narasumber adalah dokter paru.

"Kita masih butuh sumber daya yang lain, seperti Alat Perlindungan Diri (APD), masker, kaca mata google, baju perlindungan, dan ini baru identifikasi, kemarin ada baju untuk penanganan flu burung, dan semoga masih ada," ungkapnya. 

Untuk ruangan, lanjut Joko, yang disiapkan harus bertekanan negatif, artinya untuk ruangan agar udara dari luar bisa masuk, dan udara yang didalam tidak bisa menyebar ke luar, selain itu tim medis yang disiapkan dalam menangani pasien juga masih normal, sebab ketika ada pasien yang terjangkit maka akan dilakukan kewaspadaan, misalnya soal penanganan terhadap pasien, dan pasien juga akan ditanya bepergian dari mana, dan sesuai standar akan digiring ke IGD, untuk pengambilan sampel. 

Selain itu, tambahnya,  untuk biaya APD masih disiapkan pihak Rumah Sakit sendiri, belum ada dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda), sebab sesuai prosedur kalau ada pasien, misalnya 1 orang itu termasuk KLB (Kejadian Luar Biasa), dan untuk dukungan bukan hanya dari Pemda saja, namun dari pusat juga harus memberikan dukungan.

"Sumber biaya APD, Rumah Sakit sendiri yang menyiapkan, intinya kita sudah bangun ruang untuk isolasi pasien penderita, dan ditingkat Kabupaten masing-masing sudah ada lintas koordinasi dini untuk mendeteksi dan mewaspadai orang-orang, yang habis perjalanan dan mengalami keluhan yang memungkinan ke arah penyakit itu untuk dilakukan pemantauan," tandasnya. (WIS) 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Identifikasi Corona, RSUD Soewondo Masih Minim APD

Terkini

Topik Populer

Iklan