Iklan

 


Iklan

Warga Nilai DLH Lemah Tangani Relokasi Kandang Ayam Bulu Manis

Selasa, 31 Desember 2019, 8:40 AM WIB Last Updated 2019-12-31T01:43:40Z
Dinas Lingkungan Hidup Pati menggelar mediasi antara warga terdampak dengan pemilik kandang ayam. Foto : Wisnu. 
PATI - Penyelesaian permasalahan dampak sosial kandang ayam di Desa Bulumanis Lor RT 1/1 Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah nampaknya berbuntut panjang.

Hal itu lantaran ada penilaian dari warga di sana bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dianggap tidak mampu untuk melakukan penyelesain relokasi kandang ayam milik Agus Siswanto.

Sebelumnya,  berdasarkan informasi warga, hasil pertemuan sebelumnya warga dengan beberapa pihak menyepakati akan melakukan relokasi kandang ayam milik Agus dalam waktu 1 bulan, terhitung dari 1 sampai 30 Desember 2019. Namun hingga masa itu terlewati relokasi itu belum dilakukan.

Fuad,  Ketua LSM Putra Lawu Cabang Pati. 
Abdul Latief, salah satu warga Bulu Manis Lor saat ditemui media di DLH Pati mengaku sampai saat ini belum ada penyelesaian soal kandang ayam yang diresahkan oleh masyarakat, batas waktu 1 bulan yang diputuskan oleh DLH ternyata belum ada hasil.

"Untuk pertemuan ini belum ada hasil, dan putusan yang ditetapkan oleh DLH selama 1 bulan dianggap gagal dengan alasan tidak ada kekuatan hukum, jadi kita bingung lapor pada siapa," ungkapnya Senin (30/12/2019).

Dari hasil pertemuan lanjutan yang dilakukan, masih terjadi tawar menawar soal waktu relokasi pemindahan kandang, sebab warga meminta batas waktu 3 bulan, sementara pemilik kandang meminta batas waktu 1 tahun, sedangkan masalah ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, hanya saja belum ada penyelesaian."Belum ada hasil, dan masih tawar menawar waktu, tapi ini belum deal, dan masih akan dilakukan mediasi lagi, jadi kami anggap putusan DLH belum mampu dan gagal untuk menyelesaikan masalah ini," sesalnya.

Hal senada disampaikan perwakilan masyarakat dari LSM Putra Lawu Cabang Pati Fuad. Menurutnya, hasil mediasi yang dilakukan dengan pemilik kandang belum ada titik temu, kesepakatan 1 bulan yang diputuskan oleh DLH ternyata masih terjadi.

Hal itu lantaran DLH dinilai masih lemah dalam kekuatan hukum. "Mediasi ini belum ada titik temu, deadline 2 minggu belum mampu dilakukan, sebab terkendala dengan pemindahan kandang yang sekarang masih dalam proses pekerjaan," ujarnya.

Pemilik kandang, lanjut Fuad, meminta waktu 1 tahun untuk pemindahan kandang, hanya saja warga tidak bisa menerima dan memberikan estimasi batas waktu 3 bulan.

DLH selaku mediator untuk melakukan relokasi kandang dianggap lemah karena regulasi hukumnya masih kurang, sehingga hal ini harus dibahas kembali agar memiliki kekuatan hukum.

"Saya anggap DLH masih lemah dalam melakukan mediasi, dan saat ini warga memberikan batas waktu 3 bulan, hanya saja hal itu akan dilakukan pertemuan terus agar mendapatkan titik temu," cetusnya.

Sementara Kepala DLH Kabupaten Pati Purwadi mengaku bahwa putusan 1 bulan yang disepakati oleh warga dengan beberapa pihak bukan atas dasar pemindahan kandang, namun itu adalah batas waktu untuk mencari lahan, dan pertemuan lanjutan yang dilakukan sifatnya multi tafsir.

"Mungkin dari warga menilai waktu 1 bulan itu untuk relokasi, atau mungkin bagi pemilik kandang ayam, waktu 1 bulan itu untuk mencari lokasi relokasi, jadi kita realistis saja, tidak mungkin 100% tuntutan warga bisa di penuhi, begitu juga sebaliknya dengan tuntutan pemilik kandang ayam," tepisnya. (WIS)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Warga Nilai DLH Lemah Tangani Relokasi Kandang Ayam Bulu Manis

Terkini

Topik Populer

Iklan