Iklan

 


Iklan

Antisipasi Politik Uang di Pemilihan Kades se-Kabupaten Pati, Polres Bentuk Satgas

Kamis, 12 Desember 2019, 9:37 PM WIB Last Updated 2019-12-12T14:37:56Z
Kapolres Pati AKBP Bambang Y.S. Foto: Wisnu
PATI-Menunggu amplop atau bagi-bagi uang (money politics) setiap kali pesta demokrasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) nampaknya bukan hal tabu lagi.

Kondisi demikian diduga terjadi di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Masyarakat selalu menganggap bahwa itu adalah hal yang umum, atau istilahnya "Kalau Tidak Diberi Uang, Maka Tidak Akan Coblos".

Tindakan seperti itu adalah salah, sebab sesuai aturan UU untuk politik uang dalam aturan Pilkades sangat dilarang, namun ternyata hal itu justru masih menjadi wacana dan sering dimanfaatkan oleh Para Calon Kepala Desa (Cakades), untuk bersaing dan berupaya melakukannya lantaran berharap kursi kemenangan menjadi Kepala Desa (Kades) bisa didapat.

"Memang ini bukan rahasia lagi, dan seharusnya pihak-pihak penyelanggara bisa gencar mensosialisasikan, agar tindakan money politics ini tidak terjadi, karena dalam aturan memang dilarang," ungkap Ketua Jagal Abilawa, Lembaga Pengawas Pemilu Jawa Tengah Sutarjo kepada wartawan Kamis (12/12/2019).
Sutarjo,Ketua Jagal Abilawa.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk panitia pengawas pemilu Pilkades dan pihak terkait seharusnya bisa gencar melakukan sosialisasi kepada para Cakades, agar tidak terjadi money politics atau bagi-bagi uang menjelang Pilkades, karena tindakan seperti itu tidak diperbolehkan dalam ajang demokrasi Pilkades.

"Dalam aturan jelas, kalau bagi-bagi uang saat Pilkades itu tidak boleh, tapi hal itu ternyata masih dijadikan pelengkap bagi Cakades untuk bersaing memenangkan kursi pimpinan di desa," ujarnya.

Sutarjo berpandangan, masyarakat selama ini sebenarnya juga paham atas larangan dan aturan tentang tidak boleh bagi-bagi uang, namun ternyata itu dijadikan kesempatan oleh masyarakat untuk menunggu bahwa kalau Cakades yang tidak bagi-bagi uang maka tidak akan dicoblos.

"Momen Pilkades serentak tidak akan lama lagi, pihak panitia harus lebih gencar, bila perlu mengandeng aparat kepolisian untuk sama-sama menindak tegas bila kedapatan Cakades atau dari tim Cakades melakukan bagi-bagi uang, dan masyarakat silahkan lapor ke pihak berwenang disertai dengan bukti bila kedapatan yang melakukan bagi-bagi uang," katanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Pati AKBP Bambang Y. S menegaskan, bahwa pelaksanaan Pilkades yang rawan money politics, dari Kepolisian akan membentuk tim satuan satgas anti politik uang dan satuan anti judi Pilkades, bahkan Pihaknya juga akan berupaya untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk terkait dengan politik uang dan judi pilkades (botoh, red), sebab itu bisa mempengaruhi situasi Pilkades yang ada di desa.

"Saya berharap Pilkades ini bisa aman, nyaman, jujur, dan sesuai asasnya," harap Bambang.(WIS)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Antisipasi Politik Uang di Pemilihan Kades se-Kabupaten Pati, Polres Bentuk Satgas

Terkini

Topik Populer

Iklan