• Jelajahi

    Copyright © KORIDOR INDONESIA | SAHABAT INFORMASI ANDA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    www.bizlawnews.id

    Lokakarya di Bandara Kertajati, Cara Kemenhub Promo Pembangunan Infrastruktur di Jabar Bagian Selatan

    Sabtu, 03 November 2018, 10:25 AM WIB Last Updated 2019-09-03T05:23:42Z
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html
    https://www.koridorindonesia.id/p/tarif-iklan.html

    Jakarta (wartalogistik.com) - Geliat perkembangan  pembangunan transportasi di Jawa Barat bagian selatan menjadi bagian yang dipromo Kementerian Perhubungan. Itu dilakukan dengan berlangsungnya Lokakarya Transportasi Media Massa 2018 bertempat di Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

    Kegiatan itu  merupakan kegiatan dari Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) dengan tema "Perkembangan Transportasi di Tanah Air khususnya Selatan Jawa Barat (Jabar) dalam Meningkatkan Konektivitas" dari tanggal 2 - 4 Oktober 2018.

    Pembukaan lokakarya untuk peliput di Kementerian Perhubungan  oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, di gedung Karsa, Kantor Kementerian Perhubungan pada Jumat pagi (2/11).

    Menhub dalam sambutannya menyatakan, pemilihan lokasi lokakarya di Jabar bagian Selatan juga relevan dengan apa yang telah dilakukan pemerintah dalam soal pembangunan infrastruktur selama ini.

    "Ini menjadi tepat karena konektivitas yang jadi visi dan misi presiden harus dikawal dengan baik dan dalam berbagai kesempatan presiden menyampaikan bahwa konektivitas di pelosok pinggiran harus didevelop," kata Menhub dalam sambutannya.

    Adapun hal yang patut disampaikan menurut Menhub adalah perihal skema pembiayaan untuk membangunnya infrastruktur. Seperti diketahui, BIJB dibangun dengan anggaran dari pemerintah pusat (APBN) dan anggaran dari Pemprov Jawa Barat (APBD).


    "Bandara Kertajati adalah suatu ide yang baik dari Pemda Jabar di mana mereka mengeluarkan APBD untuk digabung dengan APBN. Ini satu format yang harus disampaikan ke masyarakat bahwa infrastruktur enggak mungkin dibangun pakai APBN saja," katanya.

    Menhub juga mengatakan bahwa pemerintah juga membangun sarana penyangga transportasi di Jabar Selatan, terutama di Sukabumi. Hal itu dilakukan karena jarak dari Jakarta ke Sukabumi sepanjang 120 kilometer saat ini ditempuh dalam waktu cukup lama, yakni enam jam.

    "Pemerintah membuat jalan tol melalui Kementerian PUPR dan Kemenhub lewat jalur kereta dan bandara di Sukabumi. Tasikmalaya juga luar biasa sekarang ada lapangan terbang yang sekarang kita bangun terminalnya dan perpanjang landasan pacunya," ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Menhub menyampaikan bahwa lokakarya ini bisa menjadi kolaborasi yang baik antara wartawan dengan Kemenhub. Oleh karenanya, hal tersebut perlu selalu dijaga keberadaannya.

    "Saya pikir kolaborasi ini harus dijaga dengan baik dan saya mohon dukungan dari rekan-rekan Forwahub untuk kejayaan bangsa ini. Banyak hal masih kurang dari kami tapi saya yakin kekompakan dari Kemenhub dan Forwahub bisa menyadari apa yang kurang dan kemudian memperbaiki," tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP), Baitul Ihwan menjelaskan tujuan dilakukannya kegiatan ini selain sebagai sarana memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang sektor transportasi kepada media. Kegiatan ini juga sebagai sarana membina hubungan yang lebih baik lagi antara Kemenhub dengan rekan-rekan media.

    "Khususnya dengan rekan–rekan Forwahub yang selama ini telah mendukung publikasi informasi Kemenhub melalui pemberitaan di media baik itu cetak, radio, televisi maupun online," katanya.

    Mendukung kegiatan tersebut ditampilkan berbagai  pembicara yang pembahasan materinya terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama menampilkan, Kasubdit Keamanan Penerbangan  Iin Herlina, Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT. BIJB, Agus Sugeng Widodo, Kepala Sub Divisi Pengendalian Operasi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan AirNav Indonesia Ida Yuniarti.

    Pada Sesi kedua Direktur Jenderal Perkeretaapian: Zulfikri, Kasubdit Prasana Penimbangan Kendaraan Bermotor, Direktorat Prasarana Perhubungan Darat Iman Sukandar.


    (Abu Bakar)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini