Iklan

 


Iklan

Pelni Perkenalkan Siparsel Pengadaan Barang dan Jasa

Jumat, 31 Agustus 2018, 8:41 AM WIB Last Updated 2019-09-03T05:23:59Z


Jakarta –  PT Pelayaran Nasional Indonesia( Pelni)  terus melakukan inovasi untuk meningkatkan transparansi dalam bisnis dengan memperkenalkan Sistem Informasi Pengadaan & Rantai Pasok Pelni (Siparsel).  Ini merupakan sistem aplikasi Oracle EBS SCM,  bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang  memasuki tahap implementasi.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Ridwan Mandaliko, mengatakan pengadaan barang dan jasa merupakan bagian penting di Pelni, karena itu manajemen melakukan perubahan pelayanan secara drastis.

 “Sistem informasinya dibuat online dan tidak perlu tatap muka untuk sekedar meminta informasi pengadaan barang dan jasa. Sangat praktis bagi mitra kerja dan juga untuk PelniI,” terangnya.

Saat ini, implementasi aplikasi Oracle untuk menunjang di beberapa bidang bisnis perusahaan seperti, keuangan, pengadaan, dan inventori. Sebelum Siparsel, PELNI sudah mengimplementasikan aplikasi Oracle EBS Finance secara best practice.

Selain itu, melalui pengembangan TI yang berkelanjutan, PELNI juga telah memiliki aplikasi mobile untuk pemesanan tiket penumpang dan pemesanan angkutan barang.

“Dengan dukungan TI,  Pelni  terus meningkatkan pelayanan, proses pembelian tiket, pesan ruang muat di kapal dan pengiriman barang cukup dengan ponsel, ini sangat praktis, masyarakat bisa download aplikasinya di Google Play,” kata mantan Kepala Cabang Pelni Bitung.

Dibandingkan dengan sistem informasi sebelumnya, Siparsel memiliki beberapa keunggulan di antaranya yaitu, informasi yang disampaikan menjadi lebih akurat sehingga penyedia barang dan jasa lebih mudah mendapatkan informasi dan data-data spesifikasi barang atau jasa yang dibutuhkan Pelni.

Hal itu sangat membantu para mitra menyediakan barang dan jasa lebih cepat dengan spesifikasi yang dibutuhkan,” katanya.

Siparsel juga memuat laporan yang tersandarisasi, kode barang lebih teratur dan seragam, kemudahan proses persetujuan, persediaan barang lebih terkendali, budget lebih terkontrol, proses pengadaan lebih terukur, first expired first out untuk pemakaian barang, serta integrasi proses pengelolaan inventori di kapal dengan kantor pusat.

“Integrasi antara kapal dan kantor pusat dimungkinan karena di kapal-kapal Pelni sudah tersedia jaringan internet dan telekomunikasi.” Demikian Ridwan menjelaskan.  (Abu Bakar)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pelni Perkenalkan Siparsel Pengadaan Barang dan Jasa

Terkini

Topik Populer

Iklan