Iklan

 


Iklan

PT Gamatara Trans Ocean Shipyard Bidik Pasar Reparasi Tug Boat dan Tongkang

Jumat, 20 Juli 2018, 2:52 AM WIB Last Updated 2019-09-03T05:24:07Z

Cirebon – Perusahaan galangan swasta yang ada Cirebon, Jawa Barat, PT. Gamatara Trans Ocean Shipyard, membidik pesanan reparasi kapal jenis  tug boat dan tongkang. Terbukti setelah dioperasikan tiga kolam galangan ( graving dock) baru pada Juli 2017, pesanan reparasi kapal-kapal pengangkut muatan curah itu ramai berdatangan.

Ketika wartalogistik.com mengunjungi  kolam galangan yang baru dioperasikan itu, pada dua kolam galangannya  terdapat 4 kapal (masing-masing kolam terdapat satu tug boat dan tongkang), sedangkan satu kolam galangan lagi sedang dipersiapkan untuk melayani  pesanan reparasi kapal lainnya yang siap dikerjakan.

Dari bulan Pebruari 2018, tercatat 30 kapal yang direparasi di galangan yang memiliki kawasan sekitar 7  Ha. Sejumlah pesanan reparasi kapal tug boat dan tongkang pun sudah tercatat dalam beberapa bulan ke depan.

Galangan yang lokasinya berada di dalam Pelabuhan  Cirebon dibangun tahun 2008 dan mulai dioperasikan tahun 2010. Ketika awal beroperasi ada 2 kolam galangan dan 2 floating dock. Sekarang ada 5 graving dock, dan 2 floating dock.

Untuk mendapatkan pesanan reparasi kapal,  Direktur Operasi PT Gamatara (sebutan singkat  PT Gamatara Trans Ocean Shipyard  ), Sugiarto  menyatakan, prosesnya cukup berat. Karena ketika tiga graving dock selesai dibangun, masih minim penambahan pesanan kapal yang akan direparasi, sehingga graving dock yang baru dioperasikan itu nyaris  tidak ada kegiatan reparasi. 

“Tapi mulai tahun ini terlihat  ada peningkatan pada pengoperasian kapal tug boat dan tongkang, sehingga, kapal-kapal yang sudah mulai masuk jadwal docking, menjalani perawatan, ” kata   Sugiarto, di galangan kapal, Kamis (19/7).

Kelihatannya tahun lalu pengoperasian kapal-kapal tug boat dan tongkang masih kurang, hal itu terkait masih minimnya muataan curah seperti batu bara yang diangkut. Jadi berdampak pada minimnya kapal yang direparasi.

"Pada bulan Desember dan Januari lalu itu  graving dock yang baru dibangun tidak ada pekerjaan reparasi, karena pesanan yang masuk saat itu cukup dikerjakan di graving dock dan floating yang  sudah ada sebelumnya. Barulah pada bulan Pebruari ini sejumlah pesanan reparasi kapal  datang dan terus berlanjut sampai sekarang,” papar Sugiarto.

Diakuinya, sebelum ramai pesanan reparasi pihak manajemen PT Gamatara tetap optimis menjalankan usaha. Semua pihak yang ada di dalam perusahaan bekerja keras untuk menjalankan tugasnya. Yang marketing, menjalankan tugas mencari pesanan, yang bekerja melakukan reparasi kapal, bekerja sebaik-baiknya agar kualitas pekerjaannya prima dan pemilik kapal puas.

"Jadi semua pihak di dalam perusahaan bekerja maksimal agar kinerja perusahaan semakin baik dan berkembang," tegasnya.

Sejumlah kapal yang direparasi berasal dari perusahaan yang ada dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Kalimantan Barat, Riau dan Sumatera.

Meski mengandalkan reparasi pihak PT. Gamatara juga pernah membuat kapal, sebanyak 9 unit tug boat, 2 floating dock dan 1 kapal keruk.

Menyinggung soal membangun kapal baru, Sugiarto menyatakan bisa  dilakukan, tapi saat ini perusahaan fokus pada reparasi, dan terus meningkatkan kualitas pekerjaan.

“Kami bisa melayani pembangunan kapal baru karena lahan dan sarana docking tersedia. Namun saat ini kami fokus melayani reparasi, dan terus meningkat kualitas pekerjaan agar mendapat kepercayaan dari pihak pemilik kapal,” kata Sugiarto. (Abu Bakar)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT Gamatara Trans Ocean Shipyard Bidik Pasar Reparasi Tug Boat dan Tongkang

Terkini

Topik Populer

Iklan